Rabu, 05 Maret 2008

Bahagiaku


Beribu kata terucap, utaian ucap terangkai, sungguh eloknya, begitu manisnya, hingga aku terbuai, dalam hayalku.
Bahagia diri hanya sesaat hadir, seolah mimpi, hanya impian, semusim..
Tersadar diri begitu renta, di antara taburan pelita, di antara karang terjal, menjulang di lautan, buih pun hilang terhempas.
Hidup hanyalah serpihan, dari puing yg terserak, kutambahkan harapan, hilang sudah dalam hempas nafas

** Hidup begitu indah, hingga aku tak tau
apa arti hidup, kehidupan? Apa itu? **
Begitu indah, nikmatnya hidupku, hidup.. oh hidupku, begitu indahnya hidupku.. Tuhan..
begitu damainya hati, hati yang berseri, berseri slalu, berserinya aku.. Ya Robbi..
Indahnya hidupku, hingga aku tak pernah merasakan derita, tak pernah kurasa merana
Apakah tangis itu? adakah tangis? knapa menangis?
Aku tak punya, yang kukenal hanyalah tawa.. ya.. tawa..
Hidup.. benarkah ini hidup?
Aku tak tahu? aku tak kenal, bahkan duniaku, dan diriku.. siapakah di balik wajah ini..
Aku hanya.. tawa dan canda..

>> 2005 Juliku

Tidak ada komentar: